0813 8365 0665
0813 8365 0665
7D366BC3
0813 8365 0665
pcs

Batik Lasem Pembauran Etnis

25th November 2013

BERBICARA batik, janggal rasanya, tanpa menyebut batil lasem. Selain motif dan corak yang khas, terutama warna merah darah ayam yang sulit dipalsu oleh pembatik dari daerah lain, batik dari kecamatan 13 km, sebelah timur Rembang itu juga unik karena memiliki catatan tertulis tentang sejarah awal mula munculnya batik lasem.

Batik lasem juga menjadi garda terdepan ketika membicarakan pembauran etnis Jawa dan Cina. Bahkan batik lasem sering dikaitkan dengan hidup matinya perekonomian sebuah kota.

Babad Lasem karangan Mpu Santri Badra di tahun 1401 Saka ( 1479 M, RED), ditulis ulang oleh R Panji Kamzah tahun 1858 menyebutkan Bi Nang Un anak buah kapal Dhang Puhawang Tzeng Ho dari Negara Tiong Hwa, setelah melihat keindahan alam Jawa, memilih menetap di Bonang bersama dengan istrinya Na Li Ni.

Di tempat mukim baru, Na Li Ni menyusupkan motif burung hong, liong, bunga seruni, banji, mata uang dan warna merah darah ayam khas Tiong Hwa dalam batik. Karena ciri khas yang unik ini, batik lasem mendapat tempat penting di dunia perdagangan. Pedagang antarpulau dengan kapal kemudian mengirim batik lasem ke seluruh wilayah Nusantara.

Bahkan diawal abad XIX kata Sigit Wicaksono (75) sesepuh dan pengusaha yang merintis usaha batik lasem mulai tahun 1942, batik lasem sempat diekspor ke Suriname dan Thailand. Lasem pun bertumbuh menjadi salah satu bandar ekonomi penting di pesisir pantai utara Jawa.

Booming batik lasem membuat perajin menjadi semakin kreatif. Motif baru seperti latohan, gunung ringgit, kricakan atau watu pecah bermunculan. ”Syahdan perajin menciptakan motif kricakan karena terinspirasi penderitaan rakyat saat harus memecah batu-batu besar untuk dibuat jalan raya pos oleh Daendels,” ujar pria yang bernama kecil Njo Tjoen Hian ini.

Widji Soeharto (62) perajin batik lasem cap Padie Boeloe yang merupakan generasi ke empat keturunan Tionghoa Lasem batik lasem terus menorehkan catatan hingga jelang berakhirnya penjajahan kolonial. Para pengusaha batik lasem yang berasal dari kalangan Tionghoa mendapat tempat istimewa di penduduk pribumi karena membuka lapangan kerja yang banyak.

”Orang tua saya bercerita, pada tahun 1930 -1940-an warga pribumi yang mau bekerja sebagai pembatik sampai antre di halaman rumah. Karena pada saat itu memang tidak ada lapangan pekerjaan lainnya bagi mereka. Dan saat itu semuanya bisa diterima bekerja,” kata penduduk Desa Babagan, Kecamatan Lasem ini.

Mulai Menyurut Namun masa kejayaan batik yang menjadi ikon pembauran budaya Jawa dan Cina itu mulai menyurut tahun 1950-an. Mulai maraknya batik cap di berbagai daerah dan kondisi politik yang menyudutkan etnis Cina, penguasa perdagangan batik lasem, dianggap sebagai penyebab utama kemunduran batik lasem.

Menurut data Forum Economic Development (Fedep) Rembang, tahun 1950-an ada sekitar 140 pengusaha batik lasem. Tahun 1970-an jumlahnya merosot hingga tinggal separo. Puncaknya tahun 1980-an pengusaha batik lasem hanya tinggal mencapai 7 orang saja yang aktif.

”Kondisi yang sulit mengakibatkan anak-anak pengusaha batik lasem memilih usaha lain atau mencari kerja ke luar kota dan tidak mau lagi menyentuh usaha batik,” tutur Widji.

Menurunnya jumlah pengusaha batik mengakibatkan lapangan kerja otomatis anjlok. Sebagai gambaran, di tahun-tahun pertama memegang usaha batik warisan ayahnya pada tahun 1970an, Widji memiliki karyawan 425 orang. Setelah batik lasem menyusut, bapak dua putri ini sempat membubarkan usahanya.

Dampak lain kemunduran itu adalah punahnya peracik warna merah darah yang menjadi ciri khas batik lasem. Warna merah darah ayam oleh sebagian besar pengusaha batik Cina kala itu merupakan rahasia keluarga yang tidak boleh ditularkan kepada orang lain. Seiring dengan kemunduran batik lasem dan tidak ada generasi baru yang mengeluti batik lasem, peracik warna merah darah ayam kini hanya tinggal  tersisa Widji Soeharto seorang.

habis
Rp 225.000300.000
habis
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTA 0048
Nama BarangBatik Tulis Coklat Merah BTA 0048
Harga Rp 225.000 300.000
Lihat Detail »
habis
Rp 200.000250.000
habis
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTL23
Nama BarangBatik Tulis Lasem Pink BTL23
Harga Rp 200.000 250.000
Lihat Detail »
Rp 1.900.0001.999.000
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTP 003
Nama BarangBatik Tulis Pekalongan Encim BTP 003
Harga Rp 1.900.000 1.999.000
Lihat Detail »
habis
Rp 200.000250.000
habis
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTLS 003
Nama BarangBatik Tulis Lasem Tumpal BTLS 003
Harga Rp 200.000 250.000
Lihat Detail »
habis
Rp 660.000825.000
habis
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTW 008
Nama BarangBatik Tulis Lasem BTW 008
Harga Rp 660.000 825.000
Lihat Detail »
habis
Rp 400.000500.000
habis
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
Nama BarangBatik Tulis Lasem Bahan Seragam
Harga Rp 400.000 500.000
Lihat Detail »
habis
Rp 200.000250.000
habis
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBTL45
Nama BarangBatik Tulis Lasem Merah Anggur BTL45
Harga Rp 200.000 250.000
Lihat Detail »
Rp 150.000200.000
Order Sekarang » SMS : 0813 8365 0665
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeBatik Lasem BPS30
Nama BarangBatik Lasem BPS30
Harga Rp 150.000 200.000
Lihat Detail »
Keranjang>>